
RENCANA
KERJA SEKOLAH
( RKS)
SMP
NEGERI 1 BELITANG MULYA
TAHUN :
2011 - 2015
Nama :
SMP N 1 BELITANG MULYA
NSS :
201110806574
Alamat :
Jln Raya Petanggan BK 16,
Kec. Belitang
Mulya
Telp/Fax :
(0735) 57454064
Email :
smpn1belitangmulya@yahoo.co.id
I.
ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS
Semangat gerakan reformasi nasional yang dimulai pada
tahun 1998 untuk memperbaiki peri kehidupan bangsa antara lain dimanifestasikan
melalui amandemen UUD 1945 dari pertama sampai dengan ke-empat. Salah satu
sendi kehidupan berbangsa yang menjadi sasaran gerakan refomasi adalah
perbaikan kualitas sumber daya manusia yang akan dicapai antara lain dengan
pendidikan. Api semangat perbaikan sisterm pendidikan nasional dikobarkan dalam
UUD 1945 BAB XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan, Pasal 31,
yang disamping mengamanatkan
bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan (ayat 1) dan
memprioritaskan anggaran sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk
keperluan penyelenggaraan pendidikan (ayat 4), juga mewajibkan pemerintah untuk
mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (pasal 3).
Walaupun sampai saat ini, realisasi alokasi anggaran
untuk pendidikan baik di APBN dan mayoritas APBD belum mencapai angka 20 persen
seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945. penyebutan eksplisit angka 20 persen
dari total APBN dan APBD untuk penyelenggaraan pendidikan setidaknya sudah
menjadi patokan yang jelas bahwa pendidikan haruslah menjadi bidang yang
diutamakan dalam penyelenggaraan negara. Peng-utama-an ini ditegaskan dalam PP
38/2007 Bab II pasal 3 dan 4 yang
menyebutkan bahwa urusan pendidikan adalah urusan bersama antara pemerintah
pusat dan daerah dan diletakkan dalam nomor urut satu di atas urusan kesehatan
dan tiga puluh urusan lain. Ini menunjukkan kemauan politik yang kuat untuk
memajukan dunia pendidikan nasional.
Di lain pihak, pertumbuhan ekonomi nasional yang reatif
stabil pada beberapa tahun terakhir yang secara optimistik diprakirakan bakal
terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang adalah faktor pendukung utama bagi
perkembangan pembangunan dunia pendidikan nasional. Dengan terus meningkatnya
pendapatan negara seiring sengan pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan merata
diharapkan pemerintah pusat dan daerah dapat segera memenuhi amanat UUD 1945
untuk mengalokasikan minimal 20% APBN dan APBD untuk pendidikan. Alasan yang
selama ini dipakai untuk mengalokasikan dana di bawah 20% yakni masih terbatasnya
anggaran untuk keperluan pembangunan sektor lain, dengan pertumbuhan ekonomi
yang relatif konstan dapat segera diatasi sehingga pengalokasian minimal 20%
anggaran sebagimana dimaksud dapat segera direalisasikan.
Kecenderungan positif dunia ekonomi diharapkan juga mampu
memberi imbas positif pada peri kehidupan sosial masyarakat. Dengan pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dan stabil ke depan diharapkan akan terbuka kesempatan
kerja yang lebih luas, pemerataan penghasilan dan daya beli masyarakat, dan menurunnya
masalah sosial di masyarakat yang pada gilirannya dapat mundukung perkembangan
dunia pendidikan. Kecenderungan positif yang dapat diharapkan dalam hal ini
adalah meningkatnya kesadaran pendidikan masyarakat dan meningkatnya kemampuan
partisipasi masyarakat di dunia pendidikan seperti yang diamanatkan oleh UU
20/2003 tentang Sisdiknas pasal 46 yang berbunyi “Pendanaan pendidikan menjadi
tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat”.
Partisipasi ini begitu penting bukan saja karena untuk penyelenggaraan
pendidikan yang bermutu memang diperlukan biaya yang besar tetapi juga dengan
ikut berpartisipasi dalam pembiayaan pendidikan dapat diharapkan perhatian
masyarakat terhadap kualitas pendidikan nasional dapt dipacu. Mereka yang telah
rela meletakkan ‘investasinya’ di dunia pendidikan tentu akan lebih peduli
terhadap hasil ‘investasinya itu.
Sebagai bangsa, Indonesia tidak dapat terlepas dari
pengaruh kehidupan global karena sejak saat pendiri bangsa ini memproklamasikan
kemerdekaan, Indonesia sudah bertekat untuk menjadi bangsa yang terbuka,
menjadi bagian aktif dari masyarakat dunia. Dampak pergaulan global yang
berbentuk persaingan yang lebih terbuka juga sudah dirasakan dengan nyata oleh
bangsa ini. Kesadaran untuk merningkatkan kualitas sumber daya manusia
Indonesia agar memiliki daya saing yang lebih baik di ranah global semakin
menguat dan dengan sangat kuatnya mewarnai kebijakan politik pendidikan ke
depan. Kesadaran nasional ini dituangkan dalam pasal 50 ayat 3 UU 20/2003 yaitu
dengan menetapkan bahwa bersama pemerintah daerah, pemerintah wajib
menyelenggarakan setidak-tidaknya satu satuan pendidikan di setiap jenjang
untuk dinina menjadi sekolah bertaraf internasional. Tentu maksudnya jelas;
yaitu untuk mendorong percepatan pencetakan sumberdaya manusia Indonesia yang
memiliki daya saing tinggi di tingkat global tanpa kehilangan ciri
ke-indonesiannya.
II.
ANALISIS
KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
A.
Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing
Kualitas pendidikan menyangkut kualitas proses
dan kualitas produk. Pendidikan
dikatakan bermutu dari segi proses yaitu belajar mengajar, yang ditunjang oleh sumberdaya manusia, dana, sarana dan prasarana yang memadai. Pendidikan dikatakan berkualitas apabila dapat mendekati tuntutan tujuan pendidikan nasional,
yang indikatornya meliputi keimanan/ ketaqwaan, intelektual,
kepribadian, ketrampilan serta rasa sosial dan kebangsaan.
Dan Kualitas pendidikan dikatakan tinggi apabila disamping terpenuhinya tujuan
dan standar pendidikan nasional juga bernilai tambah dengan dimensi-dimensi
internasional sehingga hasil pendidikan dapat bertaraf internasional.
Disadari bahwa di
jajaran pendidikan tingkat dunia mutu pendidikan bangsa kita masih sangat besar
kesenjangannya jika dibandingkan dengan mutu pendidikan bangsa lain terutama
dinegara-negara maju di Amerika dan
Eropa maupun Negara-negera sudah berkembang di Asia. Sehingga tiap-tiap
sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dituntut untuk memiliki
program pengembangan sekolah yang mengakses peningkatan mutu, relevansi dan
daya saing, sejalan dengan rencana strategis Departemen Pendidikan Nasional.
Dalam rangka
peningkatan mutu, relevansi dan daya saing ini, maka pemerintah (Departemen
Pendidikan Nasional) mengembangkan penguatan-penguatan program sebagai berikut
:
1.
Pemenuhan kebutuhan fasilitas belajar, buku dan alat
pembelajaran minimal; termasuk rehabilitasi SMP yang rusak;
2.
Penataan dan standarisasi sistem pembiayaan pendidikan
minimal (BOS, school grant, dsb)
3.
Peningkatan
proses pembelajaran yang efektif (berbasis kompetensi, pembelajaran
kontekstual, dan pendidikan kecakapan hidup).
4.
Pelaksanaan
kompetisi akademik dan non akademik tingkat lokal, nasional dan internasional.
5.
Pembenahan
manajemen dan kepemimpinan sekolah melalui program manajemen berbasis sekolah.
6.
Pelaksanaan
akreditasi sekolah untuk menentukan tingkat kelayakan SMP negeri dan swasta;
Sejalan dengan uraian di atas,
maka setiap pengembangan sekolah hendaknya dikembangkan program-program
mendasar akan hal-hal sebagai berikut :
1.
Pemenuhan
fasilitas belajar
2.
Pemenuhan
buku dan alat pembelajaran minimal
3.
Penataan
dan standarisasi sistem pembiayaan pendidikan minimal
4.
Pembelajaran
yang efektif berbasis kompetensi
5.
Pembelajaran
kontekstual
6.
Pendidikan
kecakapan hidup
7.
Kompetisi
akademik dan non akademik
8.
Program
manajemen berbasis sekolah
9.
Pelaksanaan
akreditasi sekolah
B.
Analisis Efisiensi Pendidikan
Upaya pendidikan dapat dikatakan efisien
dan efektif apabila dapat mencapai hasil yang optimal. Dalam konteks luas efisien
dan
efektivitas berkaitan dengan profesionalisme dalam manajemen pendidikan yang termuat tingkat disiplin, kesetiaan, etos kerja, kemampuan,
transparansi, akuntabel yang baik.
Bentuk kegiatan yang telah berjalan berupa diterimanya subsidi pengembangan sekolah melalui kegiatan block grant utamanya yang
mengarah pada Manajemen
Berbasis Sekolah (MBS). Kegiatan ini merupakan kegiatan yang memberikan wewenang secara penuh
kepada masing-masing sekolah untuk melaksanakan program
tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Kegiatan lain dalam upaya peningkatan mutu pendidikan
adalah adanya pembinaan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional. Kegiatan
tersebut adalah merupakan upaya nyata
dari pemerintah bersama masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan
secara efisien, sejalan dengan UU Nomor 20 tahun 2003 dan PP Nomor 19 tahun
2005.
C.
Analisis Relevansi Pendidikan
Pendidikan dikatakan relevan jika memenuhi kebutuhan
peserta didik, kebutuhan masyarakat,
dan kebutuhan pembangunan. Kebijakan “link and match”
merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan
relevansi pendidikan.
Relevansi pendidikan dapat dilihat dari out come atas out put yang
dihasilkan oleh lembaga penelenggara pendidikan. Diterimanya lulusan sekolah di
jenjang pendidikan berikutnya yang berkualitas, diterimanya lulusan pada
pangsa-pangsa kerja, tersalurnya lulusan ke jenjang pendidikan berikutnya yang
sesuai dengan bakat dan minatnya, prestasi belajar tinggi yang kontinyu dan
berkelanjutan adalah merupakan cirri-ciri terjadinya relevansi dalam pendidikan
tersebut.
Ciri-ciri terjadinya relevansi
pendidikan tersebut harus menjadi inspirasi bagi setiap lembaga penyelenggara
pendidikan (sekolah) dalam penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Untuk
itu, hal-hal yang harus mendapatkan perhatian serius adalah sebagai berikut
1.
Implementasi
SNP
2.
Pengawasan
dan Ppenjaminan mutu secara terprogram dengan mengacu pada SNP;
3.
Survai
mutu pendidikan terhadap standar internasional;
4.
Perluasan
dan peningkatan mutu pelayanan standar nasional.
5.
Pembinaan
dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan nonformal;
6.
Pengembangan
kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan;
7.
Perbaikan
dan pengembangan sarana dan prasarana;
8.
Perluasan
pendidikan kecakapan hidup;
9.
Pembangunan
sekolah bertaraf internasional di setiap provinsi/kabupaten /kota;
10.
Mendorong
jumlah siswa yang masuk dalam Sekolah Bertaraf Internasional.
D.
Analisis Pencitraan Pendidikan
Demi terwujudnya
pencitraan pendidikan maka kebijakan pendidikan dipropinsi Sumatera Selatan
menekankan bahwa di masa depan
pendidikan di propinsi Sumatera Selatan harus dapat :
1.
Menghasilkan
SDM berkualitas, berdaya saing tinggi, berwawasan global dan berakhlak mulia
yang dilandasi pengamalan agama.
2.
Dikelola
oleh lembaga pendidikan yang kredibel berstandar internasional.
3.
Berkembang
dalam lingkungan sosial-masyarakat yang kondusif dan nyaman untuk
belajar/menuntut ilmu.
Untuk mencapai
beberapa hal di atas, maka arah kebijakan pendidikan pada tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut
:
1.
Terlaksananya
peletakan dasar sistem pendidikan yang bertaraf internasional.
2.
Terlaksananya pendidikan yang berkeadilan dengan memperluas
akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat terutama bagi masyarakat tidak
mampu;
3.
Terselenggaranya
pendidikan berbasis moral dan budi pekerti serta berorientasi pada jiwa
kepemimpinan dan profesionalisme;
4.
Terlaksananya
peningkatan sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung proses pembelajaran
yang bertaraf internasional;
5.
Tersedianya
layanan pendidikan berbasis TI;
6.
Terciptanya
pola pendidikan yang sinergis antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha
untuk mengembangkan tanggung jawab
bersama;
7.
Terlaksananya
upaya pengembangan kualitas SDM pendidikan;
8.
Terlaksananya
perwujudan lingkungan yang kondusif terhadap pendidikan dan penciptaan
suasana belajar yang nyaman;
9.
Terlaksananya
peningkatan kegiatan penelitian untuk mendukung proses pendidikan bertaraf
internasional;
10.
Terlaksanya
penanggulangan citra negatif sebagai pusat pendidikan, seperti penyalahgunaan
narkoba, pergaulan bebas di kalangan pelajar.
11.
Terlaksananya
keharmonisan program pengembangan wilayah dan tata ruang dengan kebutuhan
pengembangan pusat pendidikan;
12.
Terlaksananya
peningkatan peran perpustakaan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas
layanan berStandar Nasional;
13.
Terselenggaranya
jaringan TI pada sistem perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar (Learning Acces Center).
14.
Terwujudnya
budaya belajar dan membaca pada masyarakat.
III. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA KINI ( TAHUN 2011)
Dari kondisi nyata saat ini diharapkan 4 tahun
mendatang SMP 1 Belitang Mulya sebagai sekolah berstandar
nasional. Sekolah ini berlokasi di Jalan Raya Belitang BK.
16 Kec. Belitang Mulya Kab. OKU Timur.
Sejak memiliki harapan menjadi sekolah berstandar
nasionalsekolah ini sudah mulai berbenah diri secara fisik maupun non fisik
sesuai standar minimal .
Masterplan merupakan acuan percepatan pembangunan fisik
dan mengaturan tata ruang pembelajaran sesuai kondisi lingkungan sekolah yang
sementara memiliki luas tanah 14670 m2. Adapun kondisi sekolah saat ini adalah
sebagai berikut :
a.
Kesiswaan, tahun pelajaran 2011/2012 terdiri dari 23 rombongan
belajar yaitu : kelas IX 7 (rombel); kelas
VIII 8 (rombel); Kelas VII 8 rombel
b.
Pendidik dan tenaga kependidikan, proses pembelajaran
didukung oleh 23 orang guru (PNS) berijasah sarjana sesuai dengan tugas mengajarnya dan 20 orang
guru tidak tetap serta 10 orang tenaga tata usaha/ TU.
c.
Kurikulum, mulai tahun ajaran 2006/2007 telah
menggunakan Kurikukulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) untuk semua tingkat kelas, dengan harapan semua siswa
memiliki standar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dalam standar isi (
kerangka dasar, struktur kurikulum, standar kompetensi (SK) dan kompetensi
dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran pada setiap semester serta SKL yang
merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Untuk mengembangkan potensi siswa dikembangkan pengembangan diri
yang bersifat wajib dan pilihan, sehingga siswa dapat memilih sesuai potensi
atau kemampuan yang dimilikinya.
d.
Proses pembelajaran, untuk menindaklanjuti rencana program
berstandar nasional yang dapat mengakses jaringan internet, maka proses
pembelajaran sudah mulai dilakukan berbasis ICT / TIK terutama kelas TIK.
e.
Sarana prasarana untuk menunjang proses pembelajaran
telah dilengkapi ruang laboratorium bahasa multimedia , laboratorium komputer dan Diharapkan semua warga
sekolah dapat mengakses informasi dengan cepat dan akurat, termasuk pola sistem
manajemen (penilaian, kepegawaian, kesiswaan) dsb, diharapkan dapat memenuhi
standar nasional sarana prasarana pembelajaran.
f.
Pengelolaan / manajemen, kepala sekolah telah melakukan
pendelegasian wewenang dengan membentuk timwork yang terdiri dari: 4 wakil
kepala sekolah, yang masing-masing wakil kepala sekolah 1 membawahi urusan
kurikulum , Waka 2 membawahi urusan kesiswaan , wakil kepala sekolah 3
membawahi Sarpras, wakil kepala sekolah 4 membawahi urusan Humas. Hal ini, merupakan pengembangan sesuai
kebutuhan sekolah agar dapat mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan
efisien.
g.
Pembiayaan, untuk biaya operasional sekolah didukung dana
dari komite sekolah sebagai dana pendamping, sedangkan pemerintah daerah
Kabupaten OKU Timur juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan.
h.
Penilaian, untuk peningkatan mutu lulusan sekolah telah
membentuk timwork yang bertugas mengendalikan mutu / prestasi anak didik
seperti : ulangan harian, mid semester dan semester untuk setiap tingkat kelas,
Tingkat kelulusan Ujian Nasional dua tahun terakhir cukup signifikan, rata-rata
nilai pada ujian nasional tahun 2009/2010 mata pelajaran bahasa Indonesia 6.85, bahasa
Inggris 6.38, Matematika 6.82, IPA 6.85. Sedang pada tahun pelajaran 2010/2011 mata
pelajaran bahasa Indonesia 8.56, bahasa Inggris 7.66,
Matematika 8.42 dan IPA 7.43.
i.
Untuk mencapai Visi dan Misi sekolah, sekolah ini juga
telah melakukan monitoring atau pendampingan bagi mata pelajaran, meliputi
tambahan jam pelajaran untuk mata pelajaran yang diunaskan
j.
Pendampingan pendidikan agama untuk pengembangan diri
merupakak extra wajib bagi siswa-siswa kelas VII sesuai dengan agama yang
mereka anut. Disamping agama sekolah mengembangkan bakat dan minat serta
potensinya meliputi : sepak bola, voly ball, vokal group, , Mading,Basket, Bulu
Tangkis, Pencak silat, Catur dan lain-lain.
Demikianlah kondisi SMP Negeri 1 Belitang Mulya saat
ini, yang pada taraf akselerasi pembangunan fisik dan non fisik guna memenuhi
tuntutan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah ditetapkan oleh Badan
Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Selanjutnya dijiwai kewirausahaan berupaya
mulai tahun pelajaran 2011/2012 akan memenuhi 8 (delapan) standar nasional dengan
menjalin kerjasama / sharing dana dengan komite sekolah / sthake holder, APBD
tingkat I, APBD tingkat II dan APBN serta pihak swasta guna mewujudkan rencana
pengembangan sekolah yang mampu berkompetisi secara global / bertaraf
Internasional.
Analisa Pendidikan sekolah 4 tahun kedepan
Dengan mengacu pada 8 (delapan)
Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Visi serta Misi SMP N 1 Belitang Mulya,
akan mewujudkan lulusan yang memiliki kompetensi bertaraf Nasional yang
mampu bersaing secara global. Kondisi fisik ke depan meliputi: Ruang kelas
berbasis TIK, Laboratorium Bahasa Inggris, Laboratorium Komputer, Laboratorium
Sains ( Fisika dan Biologi ) Perpustakaan terpadu,
Laboratorium Multimedia kesemuanya berbasis TIK, Media Centre, ruang penunjang
lainnya (BK, UKS, TU, Kepala Sekolah) dilengkapi sarana TIK dan
Internet yang dapat di akses di semua unit kerja, pengembangan ruang pelengkap
( sarana
prasarana Olah Raga, green house, ruang produksi, ruang guru rumpun mapel,
ruang workshop, apotik hidup, warung hidup, kantin, koperasi siswa, koperasi
guru/karyawan, komite sekolah, alumni, rumah dinas Kepala Sekolah, rumah
penjaga) serta lingkungan sekolah yang kondusif bernuansa Internasional.
Non fisik diharapkan baik akademik maupun non akademik
sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Pemikiran/maindset yang inovatif,
kreatif dan menyenangkan merupakan modal dasar dalam penyusunan rencana
pengembangan sekolah antara lain :
a). Mewujudkan SKL secara nasional
maupun internasional.
b). Proses Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK.
c). Media pembelajaran berbasis TIK
dengan pendekatan billingual.
d). Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan mampu
berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
e). Meningkatkan kualitas sumber daya kependidikan (ijin
belajar, diklat, seminal, kursus).
f). Program
pendampingan dan penguatan mata pelajaran
(IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan TIK) yang menggunakan
pendekatan billingual pada sore hari.
g). Membangun
networking dengan pihak dalam/luar negeri
guna menambah wawasan bagi warga sekolah.
·
Jumlah guru 23 orang dengan standar kualifikasi S2 = 8%, S1 = 84%, D3= 8 %..
·
Kurikulum 100% memenuhi standar nasional
·
Penilaian 100% memenuhi standar penilaian NasionaI.
IV.
IDENTIFIKASI
TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
TERHADAP KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (4 TAHUN)
Kondisi
pendidikan yang diharapkan SMP N 1 Belitang Mulya pada 4 tahun mendatang dapat
digambarkan dalam tabel berikut :
|
No.
|
Kondisi pendidikan saat ini
|
Kondisi pendidikan masa
4 Tahun ke Depan
|
Besarnya tantangan nyata
|
|
1.
|
Standar
Kompetensi
Lulusan
|
Standar
Kompetensi
Lulusan
|
|
|
a
|
Bidang akademik :
|
|
|
|
|
-
Rata2 pencapaian KKM semua mapel 65
-
Rata2 pencapaian NUN 8,02
|
-
Rata2 pencapaian KKM semua mapel 75
-
Rata2 pencapaian NUN 8,50
|
10
0,48
|
|
b
|
Bidang non akademik:
|
|
|
|
|
-
Perolehan jumlah kejuaraan: 2 jenis/bidang pada tk
kab/kota
-
|
-
Perolehan jumlah kejuaraan: 15 jenis/bidang pada tk
kab/kota
-
|
|
|
2.
|
Standar Isi
|
Standar Isi
|
|
|
a
|
Buku KTSP (Buku/Dokumen-1):
- Tersusun Buku
KTSP dengan baik
|
- Tersusun KTSP
Kelas VII, VIII dan IX dengan baik
berciri khas internasional
|
3 buah
|
|
b
|
Silabus :
- Tersusun silabus 12 mapel
|
Silabus :
- Tersusun silabus 12 mapel berciri khas
internasional
|
Silabus 12
mapel
|
|
c
|
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) :
-
Tersusun RPP 90% dari semua mapel.?
|
- Tersusun RPP :
100% dari semua mapel berciri khas internasional.
|
10%
|
|
3.
|
Standar Proses
|
|
|
|
a
|
Persiapan pembelajaran :
|
Persiapan pembelajaran:
|
|
|
|
-
Kepemilikan silabus oleh guru: 90% memiliki.
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 90% memiliki
-
Kepemilikan sumber belajar/ bahan ajar: 75%
|
-
Kepemilikan silabus oleh guru: 100% memiliki berciri
khas internasional
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 100% memiliki berciri khas
internasional
-
Kepemilikan sumber belajar/ bahan ajar: 100%
|
10%
10%
25%
|
|
b
|
Persyaratan Pembelajaran
|
|
|
|
|
-
Jumlah siswa
per rombel: 36 anak
-
Ratio antara
jumlah siswa dengan buku tekas mapel 2:1
-
Pengelolaan
kelas: 60%
|
-
Jumlah siswa
per rombel: 24 anak
-
Ratio antara
jumlah siswa dengan buku tekas mapel 1:1
-
Pengelolaan
kelas: 100%
|
Pengurangan
12 siswa/rombel
Penambahan1
buku/siswa
40%
|
|
c
|
Pelaksanaan pembelajaran:
|
Pelaksanaan pembelajaran:
|
|
|
|
-
Penerapan CTL: 50%
-
Penerapan PAIKEM/PAKEM: 50%
-
Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 30%
|
-
Penerapan CTL: 100%
-
Penerapan pembelajaran tuntas: 100%
-
Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 100%
|
50%
50%
70%
|
|
d
|
Pelaksanaan
penilaian pembelajaran
|
Pelaksanaan penilaian pembelajaran:
|
|
|
|
-
Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar : 40%
-
Variasi model penilaian: 2 model
-
Pengolahan/analisis hasil penilaian dilakukan dengan
manual
|
-
Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar: 100%
-
Variasi model penilaian: 5 model
-
Pengolahan/analisis hasil penilaian berbasis TIK
|
60%
3 model
berbasis TIK
|
|
e
|
Pengawasan proses pembelajaran:
|
Pengawasan proses pembelajaran:
|
|
|
|
-
Cakupan
kegiatan supervisi pembelajaran dilakukan 1 kali per tahun
-
Dokumen
pelaporan hasil evaluasi pembelajaran 1 kali per tahun
|
-
Cakupan kegiatan
supervisi pembelajaran dua kali per tahun
-
Cakupan
kegiatan evaluasi pembelajaran 2 kali per tahun
|
1 kali
1 kali
|
|
4
|
Standar Tenaga Pendidik
dan Tenaga Kependidikan:
|
Standar Tenaga
Pendidik dan
Tenaga Kependidikan:
|
|
|
a
|
Kepala sekolah:
|
|
|
|
|
-
Pelatihan TIK 1 kali
-
Pelatihan manajerial sekolah (MBS) 1 kali
-
Sertikasi guru 45%
-
Pengalaman kerja kepala sekolah 4 tahun
|
-
Pelatihan TIK min. 5 kali
-
pelatihan manajerial sekolah (MBS) min. 3 kali
-
Sertikasi guru 100%
-
Pengalaman kerja kepala sekolah min 5 tahun
|
4 kali
2 kali
0%
1 tahun
|
|
b
|
Guru: (bersifat rata-rata)
|
Guru: (bersifat rata-rata)
|
|
|
|
-
Kemampuan guru mengoperasi kan komputer 40%
-
Kemampuan Guru berbahasa inggris 40%
-
Nilai TOEFL belum terukur
-
Kualifikasi guru S1 ada 98%
-
Sertikasi kompetensi guru 15%
|
-
Kemampuan guru mengoperasi kan komputer 100%
-
Kemampuan Guru berbahasa inggris 100%
-
Nilai TOEFL min 500
-
Kualifikasi guru S1 ada 100%
-
Sertikasi kompetensi guru 100%
|
60%
60%
200
100%
85%
|
|
c
|
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll : (bersifat
rata-rata)
|
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll: (bersifat
rata-rata)
|
|
|
|
-
Tata usaha / karyawan yang dapat mengoperasikan
komputer 50%
|
-
Tata usaha / karyawan yang dapat mengoperasikan
komputer 100%
|
50%
|
|
5
|
Standar Sarana
dan Prasarana
|
Standar Sarana
dan Prasarana
|
|
|
|
-
Luas tanah 14670m2
-
Belum ada komputer di Lab. IPA
-
Komputer perpustakaan : belum ada
-
Lab. komputer memiliki
6 unit
-
Learning acces center : belum ada
-
Pembelajaran model ICT belum ada
-
Sarana olah raga : 40%
-
Kantin belum ada
-
Auditorium belum ada
-
Pusat belajar dan riset guru belum ada
|
-
Luas tanah 14670m2
-
Komputer Lab. IPA
-
Komputer perpustakaan: 5 buah
-
Lab. Komputer memiliki 40 unit
-
Learning acces center : sudah ada
-
Pembelajaran model ICT 100%
-
Sarana olah raga: 100%
-
Kantin ada 3 lokal
-
Auditorium 1 buah
-
Pusat belajar dan riset guru 1 ruang
|
0m2
1 unit
5 unit
36 unit
100%
70%
60%
3 lokal
1 buah
1 ruang
|
|
6.
|
Standar
Pengelolaan
|
Standar Pengelolaan
|
|
|
a
|
Perangkat
dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/ kegiatan :
|
Perangkat
dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/kegiatan :
|
|
|
|
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 0%
-
Dokumen PSB: 80%
-
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 80%
|
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 100%
-
Dokumen PSB: 100%
-
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 100%
|
100%
20%
20%
|
|
b
|
Struktur organisasi dan mekanisme kerja:
|
Struktur organisasi dan mekanisme kerja:
|
|
|
|
-
Struktur organisasi dan pembagian tugas, wewenang : 60%
lengkap
|
-
Struktur organisasi: 100% lengkap
|
40%
|
|
c
|
Kemitraan
dan peran serta masyarakat
|
Kemitraan dan peran serta masyarakat
|
|
|
|
-
Penggalangan dana / dukungan masyarakat belum ada
-
Bantuan orang tua siswa untuk biaya pendidikan belum
ada
-
Partisipasi aktif orang tua dan masyarakat 70 %
|
-
Penggalangan dana / dukungan masyarakat 100%
-
Bantuan orang tua siswa untuk biaya pendidikan 100%
-
Partisipasi aktif orang tua dan masyarakat 100%
|
100%
100%
30%
|
|
e
|
SIM sekolah:
|
SIM sekolah:
|
|
|
|
-
Tidak terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah)
-
Tidak terpasang jaringan SIM
|
-
Terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah): 100%
-
Terpasang jaringan SIM: 100%
|
100%
100%
|
|
7.
|
Standar Keuangan dan Pembiayaan
|
Standar Keuangan dan Pembiayaan
|
|
|
a
|
Pembiayaan
masih belum maksimal menggunakan dana BOS dan dana rutin sebesar 60% dari
dana yang dibutuhkan
|
Pembiayaan memenuhi standar nasional pendidikan dengan
melibat kan Komite Sekolah, Pemerintah Daerah, Propinsi dan Pemerintah Pusat
|
40%
|
|
8.
|
Standar Penilaian
Pendidikan:
|
Standar Penilaian
Pendidikan:
|
|
|
a
|
Frekuensi
ulangan harian oleh guru dilakukan secara manual
|
Frekuensi
ulangan harian oleh guru berbasis TIK
|
50%
|
|
b
|
Pengetahuan
guru tentang instrumen untuk ulangan harian, tengah semester dan akhir
semester 50%
|
Pengetahuan
guru tentang instrumen untuk ulangan haian, tengah semester dan akhir
semester 100%
|
50%
|
|
c
|
Guru dan
sekolah melaksanakan penilaian sistem kurikulum yang sesuai dengan standar
nasional pendidikan 50%
|
Guru dan
sekolah melaksanakan penilaian sistem kurikulum yang sesuai dengan standar
nasional pendidikan 100%
|
50%
|
|
9.
|
Standar budaya sekolah
yang cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian dan berkarakter Indonesia
|
Standar budaya
sekolah yang cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian dan berkarakter
Indonesia
|
|
|
|
Kondisi
lingkungan belajar 80%
Respek terhadap
warga sekolah 70%
Kerjasama dalam
tim 80%
Penciptaan rasa
keadilan dan tanggung jawab 70%
Sikap
kekeluargaan dan etos kerja 70%
Budaya
masyarakat belajar 70%
|
Kondisi
lingkungan belajar 100%
Respek terhadap
warga sekolah 100%
Kerjasama dalam
tim 100%
Penciptaan rasa
keadilan dan tanggung jawab 100%
Sikap
kekeluargaan dan etos kerja 100%
Budaya
masyarakat belajar 100%
|
20%
30%
20%
30%
30%
30%
|
V. VISI SEKOLAH
1.
“UNGGUL DALAM MUTU SANTUN BERPRILAKU”.
VI. MISI SEKOLAH
1.
Melaksanakan pembelajaran
dan bimbingan secara efektif sehingga siswa berkembang secara optimal, sesuai
dengan potensi yang dimiliki.
2.
Menumbuhkan semangat
keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah
3.
Mendorong seluruh siswa
untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
4.
Menumbuhkan penghayatan
terhadap ajaran agama dan budaya, sehingga menjadi sumber kearifan dalam
berprilaku yang sopan dan santun
5.
Menerapkan manajemen
partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan
yang terkait dengan sekolah.
VII.
TUJUAN SEKOLAH
1. Sekolah
Mengembangkan Kurikulum
a. Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan pada tahun
2006.
b. Mengembangkan
pemetaan SK, KD, Indikator untuk kelas 7, 8, 9 pada tahun 2011.
c. Mengembangkan RPP untuk kelas 7, 8, 9 semua mata
pelajaran.
d. Mengembangkan
sistem penilaian berbasis kompetensi.
2. Sekolah
Mencapai Standar Isi (Kurikulum) pada tahun 2011.
3. Sekolah
memiliki/mencapai standart proses pembelajaran meliputi tahun 2011
a. Melaksanakan
pembelajaran dengan strategi CTL.
b. Melaksanakan
pendekatan belajar tuntas.
c. Melaksanakan
pembelajaran inovatif.
4. Sekolah
memiliki/mencapai standart pendidik dan tenaga kependidikan pada tahun 2012.
5.
Sekolah memiliki/mencapai
standart sarana/prasarana/fasilitas pada tahun 2012.
6. Sekolah memiliki/mencapai standarat pengelolaan
sekolah.
7. Sekolah memiliki/mencapai standart pencapaian
ketuntasan kompetensi/prestasi/ lulusan.
8. Sekolah
memiliki/mencapai standart pembiayaan sekolah.
9. Sekolah
memiliki/mencapai standart sekolah nasional bertaraf Internasional
10. Sekolah
memiliki/mencapai budaya sekolah yang cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian
dan berkarakter Indonesia
VIII. RENCANA
KERJA/PROGRAM SEKOLAH
Program – program pokok atau dominan
atau yang diprioritaskan yang akan dilaksanakan SMP N 1 Belitang Mulya dalam
mencapai tujuan sekoloah adalah sebagai berikut :
1. Pemenuhan
Standar Kompetensi Lulusan SMP
a. Peningkatan prestasi bidang akademik
b. Peningkatan prestasi bidang akademik
c. Peningkatan prestasi bidang non akademik
2. Pemenuhan
standar isi
a. Penyusunan KTSP
b. Penyusunan silabus
c. Penyusunann RPP
3. Pemenuhan
standar proses
a. Pemenuhan persiapan pembelajaran
b. Pemenuhan persyaratan pembelajaran
c. Pemenuhan pelaksanaan pembelajaran
d. Pemenuhan pelaksanaan penilaian pembelajaran
e. Pemenuhan pengawasan proses pembelajaran
4. Pemenuhan
standar tenaga Pendidik dan Kependidikan
a. Peningkatan kompetensi kepala sekolah dan jajarannya
b. Peningkatan kompetensi guru
c. Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan lainnya
5. Pemenuhan
standar sarana dan prasarana
a. Pemenuhan prasarana komputer dan lain – lain
b. Pemenuhan fasilitas pembelajaran dengan model ICT
6. Pemenuhan
standar pengelolaan
a. Pemenuhan perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja /
kegiatan sekolah
b. Pemenuhan struktur organisasi dan mekanisme kerja sekolah
7. Pemenuhan
standar penilaian pendidikan
a. Peningkatan pemahaman guru tentang teknik – teknik penilaian
b. Pengembangan pengetahuan guru tentang instrumen ulangan harian,
tengah semester dan akhir semester
c. Pengembangan pelaksanaan sistem penilaian kurikulum sesuai dengan
standar nasional pendidikan
8. Pemenuhan
Standar Pembiayaan
a. Peningkatan akuntabilitas, transparansi dan
efektifitas
pengelolaan keuangan
b. Peningkatan
pemahaman warga sekolah tentang pengelolaan keuangan
c. Peningkatan
pemahaman dan partisipasi orang tua siswa, masyarakat dalam pembiayaan
pendidikan
9. Pemenuhan standart sekolah nasional bertaraf
Internasional
a. Peningkatan
kualitas dan konduksifitas pembelajaran di kelas
b. Peningkatan
kemampuan Bahasa Inggris Guru dan Karyawan
c. Peningkatan
sarana dan prasarana yang ada di sekolah secara bertahap dan berkelanjutan
10. Pemenuhan
budaya sekolah yang cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian dan berkarakter
Indonesia
a. Pelaksanakan program 4 S (Senyum, Salam,
Sapa, Santun) setiap hari
b.
Pembentukan team work yang
kompak dan cerdas
c. Peningkatan pelaksanakan kegiatan pengembangan
kepribadian
d. Peningkatan pelaksanaan program pembiasaan akhlak
mulia
e. Pelaksanaan kegiatan pembentukan karakter
Ke-Indonesia-an
Program nyata
sekolah /opo kuwi lho/
IX. STRATEGI
PELAKSANAAN/PENCAPAIAN
|
No.
|
Aspek
|
Rencana Pelaksanaan
|
Strategi
Pelaksanaan/Pencapaian
|
|
I.
|
Standar Kompetensi Kelulusan
|
Bidang Akademik
-
Rata2 pencapaian KKM semua mapel 75
-
Rata2 pencapaian NUN 9,00
-
Memperoleh juara di tk. Propinsi maupun nasional
dibidang MIPA
Bidang Non
Akademik
- Memperoleh
juara tingkat propisni maupun nasional dalam bidang olahraga
- Memperoleh
juara dibidang seni tingkat propinsi
- Meningkatkan
minat siswa dalam lomba Karya Ilmiah Remaja
|
- Mengefektifkan
kegiatan MGMP untuk semua mata
pelajaran
- Melaksanakan
les tambahan sore
- Membentuk Tim
Lomba MIPA tingkat sekolah dengan dibimbing guru MIPA
- Membentuk Tim
Olahraga tingkat sekolah (Tenis Meja, Bola Volly, Sepak Bola dan Pencak
Silat.
- Membentuk Tim
Vocal Group dan Story Telling tingkat sekolah
- Memberikan
sosialisasi tentang pentingnya lomba karya ilmiah
|
|
2.
|
Standar Isi
|
- Tersusun KTSP
Kelas VII, VIII dan IX bercirikan internasional
|
- Membentuk tim
tim pengembang KTSP
|
|
|
|
- Tersusun
silabus 12 mapel bercirikan internasional
|
- Membentuk tim
pengembang silabus
|
|
|
|
- Tersusun RPP :
100% dari semua mapel
|
- Membentuk tim
pengembang RPP
|
|
3.
|
Standar Proses
|
Persiapan
pembelajaran:
|
|
|
|
|
-
Kepemilikan silabus oleh guru: 100% memiliki
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 100% memiliki
-
Kepemilikan sumber belajar/ bahan ajar: 100%
|
- Melatih
guru-guru dalam mengembangkan Silabus
- Melatih
guru-guru dalam mengembangkan RPP
- Melengkapi dan mengembangkan sumber bahan ajar
|
|
|
|
Persyaratan
Pembelajaran
|
|
|
|
|
-
Jumlah siswa
per rombel: 24 anak
-
Ratio antara
jumlah siswa dengan buku teks mapel1:1
-
Pengelolaan
kelas: 100%
|
- Mengajukan
rehabilitasi dan mobiler untuk ruang kelas
- Melengkapi buku
teks mata pelajaran
- Melengkapi
administrasi kelas
|
|
|
|
Pelaksanaan
pembelajaran:
|
|
|
|
|
-
Penerapan CTL: 100%
-
Penerapan pembelajaran PAIKEM 100%
-
Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 100%
|
- Memberikan
pemahaman tentang CTL kepada guru dengan mengundang nara sumber
- Memberikan
pemahaman pembelajaran PAIKEM dengan mengundang nara sumber
- Melaksanakan
pembelajaran diluar sekolah
|
|
|
|
Pelaksanaan penilaian
pembelajaran:
|
|
|
|
|
-
Penyelenggaraan Remidi 100 %
-
Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar: 100%
-
Variasi model penilaian berbasis TIK
-
Pengolahan/analisis hasil penilaian berbasis TIK
|
- Melaksanakan
kegiatan remidial
- Melengkapi
instrumen penilaian hasil belajar
- Memberikan
pemahaman tentang variasi model penilaian dengan mengundang nara sumber
- Memberikan
bimbingan dalam pengolahan analisis hasil penilaian dengan mendatangkan nara
sumber
|
|
|
|
Pengawasan
proses pembelajaran:
|
|
|
|
|
-
Cakupan
kegiatan supervisi pembelajaran 2 kali per tahun
-
Cakupan
kegiatan evaluasi pembelajaran 2 kali per tahun
|
- Peningkatan
kegiatan supervisi pembelajaran
- Pencatatan
dokumen hasil evaluasi pembelajaran
|
|
4.
|
Standar
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
|
Kepala Sekolah
-
Pelatihan TIK min. 5 kali
-
pelatihan manajerial sekolah (MBS) min. 3 kali
|
- Melaksanakan
pelatihan minimal 5 kali
- Melaksanakan
pelatihan manajerial sekolah minimal 3 kali
|
|
|
|
Guru: (bersifat
rata-rata)
|
|
|
|
|
-
Kemampuan guru mengoperasi kan komputer 100%
-
Kemampuan Guru berbahasa inggris 100%
|
- Melaksanakan
les komputer untuk guru
- Menlaksanakan
les Bhs. Inggris untuk guru
|
|
|
|
Tenaga TU,
Laboran, Pustakawan, dll: (bersifat rata-rata)
|
|
|
|
|
-
Tata usaha / karyawan yang dapat mengoperasikan
komputer 100%
|
- Mengadakan les
komputer bagi Tata Usaha dan karyawan
|
|
5.
|
Standar Sarana dan Prasarana
|
-
Komputer TU
-
Komputer Lab. IPA
-
Komputer perpustakaan: 5 buah
-
Lab. Komputer memiliki 40 unit
-
Terpasang internet 100%
-
Pembelajaran model ICT 100%
-
Sarana olah raga: 100%
|
- Melengkapi
komputer TU
- Melengkapi
komputer di Lab. IPA
- Melengkapi
komputer di perpustakaan
- Melengkapi
komputer di Lab. Komputer
- Memasang
internet /modem
- Menggunakan
pembelajaran model ICT
- Menyediakan
sarana olahraga
|
|
6.
|
Standar Pengelolaan
|
Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana
kerja/kegiatan :
|
|
|
|
|
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 100%
-
Dokumen PSB: 100%
-
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 100%
|
- Membentuk
panitia penyusun Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2)
- Mendokumentasikan
Dokumen PSB\
- Mendokumentasikan
pedoman pembinaan kesiswaan
|
|
|
|
Struktur
organisasi dan mekanisme kerja:
|
|
|
|
|
-
Struktur organisasi: 100% lengkap
|
- Melengkapi
struktur organisasi dengan pembuatan papan data program dan tugas kepala
sekolah, guru dan pegawai dan pembuatan data kohort siswa serta rekapitulasi
keadaan siswa
|
|
|
|
Kemitraan dan
peran serta masyarakat
|
|
|
|
|
-
Penggalangan dana / dukungan masyarakat 100%
-
Bantuan orang tua siswa untuk biaya pendidikan 100%
|
- Mengadakan
sosialisasi program sekolah ke Komite dan orang tua siswa serta Alumni
sekolah dan dunia usaha disekitar sekolah
- Sosialisasi
kepada komite sekolah dan orang tua siswa tentang perlunya dana tambahan
untuk kemajuan sekolah
|
|
|
|
SIM sekolah:
|
|
|
|
|
-
Terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah): 100%
-
Terpasang jaringan SIM: 100%
|
- Mengusahakan
pemasangan PAS (Paket Aplikasi Sekolah)
- Mengusahakan
pemasangan jaringan SIM
|
|
7.
|
Standar
Keuangan dan Pembiayaan
|
Pembiayaan
memenuhi standar nasional pendidikan dengan melibat kan Komite Sekolah,
Pemerintah Daerah, Propinsi dan Pemerintah Pusat
|
- Pembiayaan
untuk memenuhi standar nasional pendidikan (SNP) dengan cara melibatkan
Komite Sekolah, Pemerintah Daerah, Propinsi dan Pemerintah Pusat.
|
|
8.
|
Standar Penilaian Pendidikan
|
Frekuensi
ulangan harian oleh guru: 100%
|
- Pemberian
pemahaman tentang tehnik-tehnik penilaian dalam pembelajaran dengan
mengundang nara sumber
|
|
|
|
Pengetahuan
guru tentang instrumen untuk ulangan harian, tengah semester dan akhir
semester 100%
|
- Memberikan
pemahaman tentang instrumen ulangan harian, tengah semester, akhir semester
dengan mengundang nara sumber
|
|
|
|
Guru dan
sekolah melaksanakan penilaian sistem kurikulum yang sesuai dengan standar nasional
pendidikan 100%
|
- Melakukan
sosialisasi kepada guru tentang sistem penilaian kurikulum yang sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan
|
|
10.
|
Standar Budaya
Sekolah yang Cerdas
|
Kondisi
lingkungan belajar 100%
Respek terhadap
warga sekolah 100%
Kerjasama dalam
tim 100%
Penciptaan rasa
keadilan dan tanggung jawab 100%
Sikap
kekeluargaan dan etos kerja 100%
Budaya
masyarakat belajar 100%
|
- Melakukan
penataan lingkungan belajar yang kondusif
- Melaksanakan
program 4 S
- Membentuk tim
work yang kompak dan cerdas
- Pendistribusian
wewenang dan tanggung jawab secara merata
- Pemberian
reward terhadap warga sekolah yang berprestasi
|
X. HASIL YANG
DIHARAPKAN
Hasil yang
diharapkan dalam pelaksanaan program baik kuantitas maupun kualitas dari
program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan
adalah :
1.
Tercapainya Standar Kompetensi Lulusan SMP N 1 Belitang
Mulya
2.
Tercapainya standar isi
3.
Tercapainya standar proses
4.
Tercapainya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
5.
Tercapainya standar sarana dan prasarana
6.
Tercapainya standar pengelolaan
7.
Tercapainya standar keuangan dan pembiayaan
8.
Tercapainya standar penilaian dan pendidikan
9.
Tercapainya budaya sekolah yang cerdas, berakhlak mulia,
berkepribadian dan berkarakter Indonesia
Indikator
Keberhasilan Sekolah digambarkan sebagai berikut :
|
No.
|
Program
|
Tahun I
|
Tahun II
|
Tahun III
|
Tahun IV
|
|
|
1.
|
Standar
Kompetensi
Lulusan
|
|||||
|
A.
|
Bidang akademik :
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Rata2 pencapaian KKM semua mapel 68
-
Rata2 pencapaian NUN 8,5
-
Memperoleh juara ke-2 tk propinsi bidang MIPA
|
69
8,6
Juara1 propinsi
|
70
8,7
Juara 2
Nasional
|
73
8,8
Juara 1
Nasional
|
75
9,0
Juara Internasional
|
|
|
b
|
Bidang non akademik:
|
|||||
|
|
-
Perolehan jumlah kejuaraan: 10 jenis/bidang pada tk
kab/kota
-
Perolehan jumlah kejuaraan: 5 jenis/bidang pada tk
provinsi
-
Perolehan jumlah kejuaraan: 2 jenis/bidang pada tk
nasional
-
Perolehan jumlah kejuaraan : 1 jenis / bidang pada
tingkat internasional
|
11 kejuaraan
5 kejuaraan
1 kejuaraan
1 kejuaraan
|
13 kejuaraan
6 kejuaraan
1 kejuaraan
1 kejuaraan
|
14 kejuaraan
7 kejuaraan
2 kejuaraan
1 kejuaraan
|
15 kejuaraan
8 kejuaraan
3 kejuaraan
2 kejuaraan
|
|
|
2.
|
Standar Isi
|
|||||
|
a
|
Buku KTSP (Buku/Dokumen-1):
- Belum tersusun
Buku KTSP dengan baik
|
Tersusunnya
KTSP Kelas VII berciri khas internasional
|
Tersusunnya
KTSP Kelas VIII berciri khas internasional
|
Tersusunnya
KTSP Kelas IX bernilai khas internasional
|
-
|
|
|
b
|
Silabus :
- Tersusun silabus 4 mapel
|
Tersusunnya silabus 5 mapel berciri khas internasional
|
Tersusunnya silabus 6 mapel berciri khas internasional
|
Tersusunnya silabus 8 mapel berciri khas internasional
|
Tersusunnya
silabus 12 mapel berciri khas internasional
|
|
|
c
|
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) :
-
Tersusun RPP 40% dari semua mapel
|
55%
|
70%
|
85%
|
100%
|
|
|
3.
|
Standar Proses
|
|||||
|
a
|
Persiapan pembelajaran :
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Kepemilikan silabus oleh guru: 85% memiliki
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 85% memiliki
-
Kepemilikan sumber belajar/ bahan ajar: 75%
|
85%
85%
75%
|
90%
90%
85%
|
95%
95%
95%
|
100%
100%
100%
|
|
|
b
|
Persyaratan Pembelajaran
|
|||||
|
|
-
Jumlah siswa
per rombel: 36 anak
-
Ratio antara
jumlah siswa dengan buku teks mapel 3:1
-
Pengelolaan
kelas: 60%
|
24 anak
3 : 1
60%
|
24 anak
2 : 1
80%
|
24 anak
1 : 1
90%
|
24 anak
-
100%
|
|
|
c
|
Pelaksanaan pembelajaran:
|
|||||
|
|
-
Penerapan CTL: 20%
-
Penerapan PAIKEM/PAKEM: 50%
-
Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 50%
|
55%
60%
30%
|
70%
75%
50%
|
85%
90%
70%
|
100%
100%
100%
|
|
|
d
|
Pelaksanaan penilaian pembelajaran
|
|||||
|
|
-
Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar : 40%
-
Variasi model penilaian: 2 model
-
Pengolahan/analisis hasil penilaian : 1 jenis manual
|
55%
2 model
2 manual
|
70%
3 model
3 manual
|
85%
4 model
1 jenis berbasis TIK
|
100%
5 model
-
|
|
|
e
|
Pengawasan proses pembelajaran:
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Cakupan
kegiatan supervisi pembelajaran: 40%
-
Dokumen
pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 40%
|
55%
55%
|
70%
70%
|
85%
85%
|
100%
100%
|
|
|
4
|
Standar Tenaga Pendidik
dan Tenaga Kependidikan:
|
|||||
|
a
|
Kepala sekolah:
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Belum pelatihan TIK
-
Belum pelatihan manajerial sekolah (MBS)
|
2 kali
1 kali
|
2 kali
1 kali
|
1 kali
1 kali
|
-
-
|
|
|
b
|
Guru: (bersifat rata-rata)
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Kemampuan guru mengoperasi kan komputer 10%
-
Kemampuan Guru berbahasa inggris 20%
|
30%
30%
|
50%
40%
|
75%
50%
|
100%
60%
|
|
|
c
|
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll : (bersifat rata-rata)
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Tata usaha / karyawan yang dapat mengoperasikan
komputer 30%
|
40%
|
50%
|
70%
|
80%
|
|
|
5
|
Standar Sarana
dan Prasarana
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Belum ada komputer dii Lab. IPA
-
Komputer perpustakaan: tidak ada
-
Lab. komputer memiliki 8 unit
-
Jaringan internet : tidak ada
-
Belum ada pembelajaran model ICT
-
Sarana olah raga : 30%
|
1 unit
1 unit
2 unit
-
-
40%
|
-
-
2 unit
Terpasang
10%
50%
|
-
-
2 unit
-
20%
60%
|
-
-
2 unit
-
40%
70%
|
|
|
6.
|
Standar
Pengelolaan
|
|||||
|
a
|
Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/
kegiatan :
|
|||||
|
|
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 0%
-
Dokumen PSB: 50%
-
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 50%
|
40%
60%
60%
|
50%
70%
70%
|
80%
90%
80%
|
100%
100%
100%
|
|
|
b
|
Struktur organisasi dan mekanisme kerja:
|
|||||
|
|
-
Struktur organisasi dan pembagian tugas, wewenang : 40%
lengkap
|
55%
|
70%
|
85%
|
100%
|
|
|
c
|
Kemitraan dan peran serta masyarakat
|
|||||
|
|
-
Penggalangan dana / dukungan masyarakat 0%
-
Bantuan orang tua siswa untuk biaya pendidikan 0%
|
0%
0%
|
10%
10%
|
20%
10%
|
30%
10%
|
|
|
e
|
SIM sekolah:
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Tidak terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah)
-
Tidak terpasang jaringan SIM
|
10%
10%
|
30%
20%
|
50%
30%
|
100%
40%
|
|
|
7.
|
Standar Keuangan dan Pembiayaan
|
|||||
|
a
|
Pembiayaan
masih rendah hanya menggunakan dana BOS dan dana rutin sebesar 30% dari dana
yang dibutuhkan
|
40%
|
50%
|
60%
|
100%
|
|
|
8.
|
Standar Penilaian
Pendidikan:
|
|||||
|
a
|
Frekuensi
ulangan harian oleh guru: 50%
|
60%
|
70%
|
80%
|
100%
|
|
|
b
|
Pengetahuan
guru tentang instrumen untuk ulangan harian, tengah semester dan akhir
semester 50%
|
60%
|
70%
|
80%
|
100%
|
|
|
c
|
Guru dan
sekolah melaksanakan penilaian sistem kurikulum yang sesuai dengan standar
nasional pendidikan 50%
|
60%
|
70%
|
80%
|
100%
|
|
|
9.
|
Kondisi
lingkungan belajar 80%
Respek terhadap
warga sekolah 70%
Kerjasama dalam
tim 80%
Penciptaan rasa
keadilan dan tanggung jawab 70%
Sikap
kekeluargaan dan etos kerja 70%
Budaya
masyarakat belajar 70%
|
85%
80%
80%
80%
80%
|
90%
90%
90%
90%
90%
|
95%
95%
95%
95%
95%
|
100%
100%
100%
100%
100%
|
|
XI. MONITORING DAN EVALUASI
Bagian ini
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program SNP pada aspek standar
pengelolaan sekolah. Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi,
monitoring dan evaluasi program dan kegiatan dan hasilnya disekolah selama satu
tahun ajaran. Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1.
Supervisi dilakukan Kepala Sekolah
bersama Tim untuk mengatasi dan mengetahui proses pelaksanaan semua program dan
kegiatan sekolah antara lain : Guru, Administrasi, Sarana, KBM, dll.
2.
Monitoring dan evaluasi dilakukan
pada setiap akhir program untuk mengetahui tercapainya tujuan/sasaran agar
dapat diperbaiki untuk sasaran tahun berikutnya.
3.
Instrumen yang diperlukan pada
penilaian monev dikembangkan dengan mengacu pada instrumen lain yang relevan
4.
Rincian kegiatan monev :
a. Persiapan
b. Pembentukan
tim
c. Perkembangan
perangkat instrumen
d. Pengambilan
data dan analisis data serta pemecahan masalah
e. Pelaporan
dan tindak lanjut
Jadwal
Kegiatan Supervisi dan Monev :
|
No.
|
Kegiatan
|
B U L A N
|
|||||||||||
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
||
|
1.
|
Supervisi
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
|
2.
|
Monitoring
|
|
|
P
|
|
|
P
|
|
|
P
|
|
|
|
|
3.
|
Evaluasi
|
|
|
|
P
|
|
|
P
|
|
|
|
P
|
|
Supervisi,
monitoring dan evaluasi merupakan salah satu rencana program strategis selama 4
tahun untuk dilaksanakan di SMP N 1 Belitang Mulya ditujukan untuk mengetahui
kinerja sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Program supervisi dan monitoring
selama 4 tahun adalah :
1. Melaksanakan
monitoring penyelenggaraan pendidikan dan hasil hasilnya
2. Mewujudkan
supervisi klinis (membuat instrumen, melaksanakan analisa, membuat laporan dan
tindak lanjut)
3. Mewujudkan
evaluasi kinerja sekolah (internal)
4. Pemenuhan
evaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan lainnya
XII. PEMBIAYAAN/RAPBS
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar ..................................................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................................................. ii
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS-1)
|
I. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS ................................................................
|
1
|
|
II. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
.....................................................
|
3
|
|
A. Analisis
Mutu Pendidikan dan Daya Saing ........................................................
|
3
|
|
B. Analisis
Efisiensi Pendidikan
................................................................................
|
5
|
|
C. Analisis
Relevansi Pendidikan
.............................................................................
|
6
|
|
D. Analisis
Pencitraan Pendidikan
............................................................................
|
8
|
|
III. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG
......................................
|
10
|
|
Analisis
Pendidikan 5 tahun yang akan datang ...................................................
|
14
|
|
IV.
IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA KONDISI PENDIDIKAN
SAAT INI TERHADAP KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (4 TAHUN)
.........................................................
|
17
|
|
V. VISI SEKOLAH
..............................................................................................................
|
20
|
|
VI. MISI
SEKOLAH
...........................................................................................................
|
20
|
|
VII. TUJUAN
SEKOLAH
.................................................................................................
|
22
|
|
VIII. RENCANA KERJA/PROGRAM SEKOLAH
......................................................
|
23
|
|
IX.
STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN
.........................................
|
25
|
|
X.. HASIL YANG DIHARAPKAN
................................................................
|
27
|
|
XI. MONITORING DAN EVALUASI
...........................................................
|
30
|
|
XII.
PEMBIAYAAN/RAPBS
...........................................................................................
|
31
|
IV. 15
V. ............................................................................................................................. 15
VI. ............................................................................................................................. 15
VII. RENCANA KERJA / PROGRAM SEKOLAH ....................................................... 16
VIII. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN ....................................................... 17
IX. HASIL YANG DIHARAPKAN ................................................................................. 19
X. MONITORING DAN EVALUASI ............................................................................. 21
XI. PEMBIAYAAN/RAPBS ............................................................................................ 22
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS-2)
I. Analisis Lingkungan Operasional
Sekolah ......................................................... 1
II. Analisis Pendidikan Sekolah saat
ini .................................................................. 2
III. Analisis Pendidikan Sekolah 1 Tahun ke
Depan (yang diharapkan) ............ 3
b.
Identifikasi Tantangan Nyata 1 Tahun ........................................................... 4
c.
Tujuan Situasional/Sasaran ............................................................................. 6
d.
Identifikasi Urusan-Urusan Sekolah untuk setiap Sasaran........................ 6
e.
Analisis SWOT .................................................................................................... 7
f.
Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan ................................... 8
g.
Rencana Program Kerja dan Rencana Kegiatan ......................................... 8
h.
Supervisi Monitoring Evaluasi dan Akreditas Sekolah ............................... 10
i.
Rencana RAPBS untuk 1 Tahun .................................................................... 11
j.
Jadwal Kegiatan ................................................................................................. 12
k.
Penanggung Jawab .......................................................................................... 13
LAMPIRAN
–LAMPIRAN